Bab 18. Pelukan Tak Terucap

1045 Words

Laura berdiri terpaku. Borgol di pergelangan tangannya makin terasa mengiris setiap kali ia menggerakkan lengan. Namun rasa itu justru memudar, kalah oleh kekacauan yang menekan dadanya. Bibirnya yang berdarah semakin perih, tapi tubuhnya seolah tak mau lagi memberi sinyal sakit. Yang tertinggal hanyalah satu desakan liar di benaknya, menemukan celah untuk kabur, sebelum Aris semakin kehilangan kendali. Ia tidak ingin mati di tangan suami psikopatnya. Andai nyawa Regantara dan keluarganya tidak ikut dipertaruhkan, mungkin ia sudah melarikan diri sejak tadi. Namun ia tahu, satu langkah gegabah darinya bisa menjadi akhir bagi mereka. Dan itu… tak sanggup ia tanggung. “Regan…” suaranya pecah, hampir tak terdengar. “Maafin gue. Harusnya gue dengerin lo dari awal.” Ia menunduk, rambu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD