“Bang,” panggil seseorang dari balik pintu. Regantara langsung bereaksi. Tangannya terulur deras, hampir menyentuh kulit targetnya sebelum sosok itu mengangkat kedua tangan cepat. “Ini gue!” Riki mundur selangkah, menghindari sentuhan listrik yang hampir menyambar. Regantara membuang napas panjang. Tangannya merosot sedikit. Wajahnya tampa lega. “Untung nggak kena,” gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri. Riki mengeluarkan sebuah kunci kecil dari sakunya. Logamnya berkilat redup dalam cahaya lampu. “Ini yang lo cari, kan?” Kunci borgol. Tatapan Regantara berubah. Tampka semain lega, tapi juga tajam. Sudut bibirnya terangkat miring. “Ternyata lo bisa diandelin juga.” Riki menyeringai bangga. “Letta sama Nesya lagi ngiket tuh b******n. Semoga anak buah Aris nggak balik sebelum kita be

