Bab 41. Kecupan Mesra

1089 Words

Laura mendengus sebal. “Gue juga nggak pengen main tebak-tebakan,” ketusnya. Napasnya keluar dengan suara yang jelas terdengar dalam keheningan ruangan. Bibirnya mengerucut hingga tampak seperti membentuk lekukan yang dalam. Sejengkal bahkan mungkin lebih. Hatinya berkata untuk mengaku apa yang sesungguhnya diinginkannya. Namun rasa malu dan sedikit kesombongan membuat lidahnya seperti terkunci rapat. “Terus kenapa?” “Tauk ah!” Regantara menghela napas perlahan, kemudian kembali merebahkan tubuhnya. Kali ini ia berbalik miring. Menghadap langsung ke arah Laura dengan tatapan yang penuh dengan perhatian dan sedikit kebingungan. Matanya yang dalam itu menyelami setiap ekspresi kecil pada wajah wanita hamil itu. Sementara bibirnya sedikit mengangkat dalam nada yang lembut. “Ken

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD