Ketika hembusan napas terakhir dari pelukan hangat itu menghilang di antara mereka, Regantara mulai mengurai lengan yang melingkupi tubuh Laura dengan erat. Setiap gerakannya dilakukan dengan kelembutan yang luar biasa. Seolah dia sedang menangani barang paling berharga di dunia. Ia menjaga kontak lembut dengan kulitnya melalui ujung jari saat perlahan memutar tubuh sang pujaan hati. Menyelaraskan setiap gerakan dengan irama detak jantung yang kini terdengar jelas di antara mereka berdua. Hingga akhirnya, pandangan mereka bertemu dalam satu garis lurus. Regantara menyipitkan mata perlahan. Alisnya yang tegas sedikit mengangkat membentuk lekukan yang menyiratkan kebingungan yang mendalam. Matanya yang dalam seperti jurang malam itu menyelami setiap sudut wajah Laura. Menyatap ke da

