Bab 27. Kepingan Kenangan Pahit

1204 Words

“Letta diculik.” Suara Regantara jatuh berat, seolah menabrak lantai dingin rumah mewah tersebut. “Riki cuma pergi sebentar buat beli minuman. Tante Ma pingsan di belakang ruang ICU.” Kali ini ia mengucapkannya tanpa ragu, tanpa jeda. Setiap kata mengunci kenyataan yang tak ingin diterima siapa pun. Laura menggeleng. Pelan, lalu semakin cepat, seakan kepalanya bisa menepis fakta itu. Napasnya tersangkut di d**a. “Nggak mungkin,” bisiknya lirih. “Aris ada di sini. Dia di sini.” Tatapannya bergetar, mencari pegangan. “Kalau Aris di sini, berarti Letta aman. Lo yakin dia diculik?” Regantara tidak langsung menjawab. Rahangnya mengeras. Matanya bergerak sekilas ke arah Tuan Pras. Sebuah isyarat sunyi yang penuh makna. “Gue udah bilang,” katanya akhirnya, rendah tapi tajam. “Aris nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD