Bab 22. Bayangan di Lorong

1060 Words

“Halo, Mi. Mami di mana? Apa Aris nyekap Mami?” Suara Tuan Pras terdengar berubah. Tak lagi keras. Tak lagi meledak-ledak. Mulai melunak. [Papi ngomong apa sih? Kan Mami udah bilang, Mami ada acara sama temen-temen. Mami lagi OTW ke Bali. Udah ya, Pi. Jangan ganggu Mami dulu.] Panggilan berakhir begitu saja. Tuan Pras mengangkat dagu, senyum sinisnya terbentuk tanpa usaha. “Kamu dengar sendiri, kan? Jadi jangan bohong lagi, Laura.” Ucapan itu menikam lebih dalam dari tamparan mana pun. Laura menatap Regantara, matanya seolah memohon. Bukan untuk dibela, tapi untuk tidak dikhianati di saat seperti ini. Namun Regantara justru mengambil langkah lain. Langkah yang membuat d**a Laura mencelos. “Kalau Om memang lebih percaya Aris dibanding aku sama Laura, it’s okay. Aku bakalan jau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD