Keriuhan di paviliun Ry masih terus berlanjut hingga malam. Orang-orang silih berganti datang. Ada yang membantu sebentar saja, ada yang lama. Semua disesuaikan dengan waktu luang masing-masing. Lewat petang, suasana bukannya berubah hening, justru malah makin ramai. Ry makin senewen saat melihat sosok Girish ikut datang tanpa pemberitahuan. Cepat-cepat dia menyongsong kedatangan dosennya. "Loh? Bapak juga ngapain ke sini?" "Enggak perlu ditanya lagi kali, Ry," sindir Vio yang kebetulan duduk di dekat posisi Girish berdiri. Girish tersenyum samar sambil menunjukkan dua bungkusan besar di tangannya. "Saya bawakan makan malam untuk semua. Semoga jumlahnya cukup." Seketika semua tersadar kalau mereka belum makan. Alhasil, makanan yang Girish bawa langsung laris manis disantap oleh orang-o

