92. Pertanyaan Ambigu

2133 Words

Di tengah kerepotan Ry membawa tiga bundel laporan TA yang sudah siap dijilid, ponselnya tiba-tiba saja berdering. Cepat-cepat Ry mencari tempat terdekat untuk meletakkan tumpukan kertas yang beratnya mampu merontokkan pinggang itu. Baru setelahnya dia menjawab panggilan yang masuk ke ponselnya. Ternyata dari Girish. “Ivory, kamu jadi ke kampus hari ini?” Pertanyaan tanpa basa-basi itu sukses membuat Ry bingung, tetapi dijawabnya juga, “Jadi, Pak.” “Mau datang jam berapa?” “Ini juga udah di kampus, Pak. Eh, maksudnya di dekat kampus.” Cepat-cepat Ry meralat lokasinya. “Dekat kampusnya di mana?” “Ini lagi di tempat ngejilid, Pak.” “Masih lama?” “Kayaknya lumayan, Pak. Rame di sini. Antreannya panjang.” “Jadi minta tanda tangan?” “Jadi, dong!” “Kalau begitu saya tunggu. Nanti kala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD