Jangan Takut

1020 Words

"Kau itu terkena hipotermia. Saya kurang tau kalau seandainya kau telat dapat pertolongan. Apa sih yang kau lakukan di kamar mandi?" "Lain kali jangan seperti itu, semua bisa dibicarakan baik-baik kalau ada masalah. Satu lagi, masalah ada untuk dihadapi, bukan ditinggali." Sella yang baru saja siuman memilih diam. Otaknya tidak terlalu menangkap perkataan William. Perlahan Sella menerjapkan matanya sambil menatap keseliling. Ini bukan kamarnya. Seingat Sella, tadi dia berada di kamar mandi, kenapa sekarang di rumah sakit? Yang lebih mengherankan, kenapa selalu ada William disisinnya? "Kenapa? Kau takut? Jangan takut, Sella. Kalau saya orang jahat, tidak akan saya bawa kau ke sini, saya akan biarkan tubuhmu terbujur kaku di rumah." Tangan William kembali terulur memainkan rambut Sella. J

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD