Menikah Dengan Saya

1047 Words

Wajah dingin tanpa ekspresi, mata tajam menatap lurus ke depan, sambil bersedekap d**a bibirnya menyunjingkan senyuman. Selama beberapa tahun hidup, mungkin hari ini menjadi hari paling spesial plus menyenangkan bagi seorang William. Di depan sana ada objek menarik bagi matanya. "Kasih tau saya, saya harus lakukan apa supaya kalian mau usahakan? Apa harus saya bayar sekarang? Kalau iya, akan saya lakukan." Bersimpuh layaknya tidak punya harga diri, bahkan urat malunya ikut terputus. Banyak pasang mata menatap, namun wanita di depan sana terlihat cuek. "Kalau emang ga bisa, tolong beri rujukan ke rumah sakit manapun. Rumah sakit satu dengan yang lainnya itu saling terhubung, rumah sakit juga banyak, kenapa semuanya penuh?" Beberapa perawat tetap menggeleng, mereka tidak bisa berbuat ban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD