Perasaan kesal kini sedang melanda hati William. Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, bahkan pria itu baru saja ingin istirahat. Akan tetapi, entah dorongan dari mana, saat akan memejamkan mata dia memilih memeriksa ponselnya untuk memastikan. Tanpa fikir panjang, William kembali turun dari kasur setelah melihat ponselnya. William mengambil jaket, ponsel, serta kunci mobil. FourNight. Tempat itu terus menari-nari di dalam otak William. Andrew dan juga Zaffan yang melihat bosnya ke luar kamar sontak saja menghampiri. "Tuan, apa ada masalah? Atau ada sesuatu yang harus dikerjakan malam ini? Kalau memang ada, biarkan saya atau Zaff-" "Kalian berdua ikut saya ke FourNight sekarang," potong William cepat. Tidak ada waktu untuk bertanya lebih lanjut, tidak ada waktu juga bagi William

