"Berhasil?" "Meminta keringanan, Tuan." William menoleh menatap pria di sampingnya. Kata-kata seperti itu sebetulnya tidak asing, bahkan William bisa menebak. Baikalah, tidak apa, itu artinya mereka ingin bermain-main lebih lama lagi. William kembali mengalihkan pandangannya ke arah jendela. Sore ini William sedang berada di kafe. Otaknya sudah mumet berada di kantor, dia juga tidak melibatkan Sella. Untuk apa melibatkan atau bahkan mengajak, toh dia sudah mempunyai jalan pintas yang lebih halus. "Bagaimana soal cctv? Masih ada harapan? Kalau semua selesai, lekas berikan kepada saya. Puzzel-puzzel ini hampir sempurna, setelah itu permainan inti segera dimulai." Baik Andrew ataupun Zaffan, mereka berdua kompak diam tanpa berani mengeluarkan suara. Terlihat jelas raut emosi William yang

