Gaun mewah berwarna putih pilihannya kini tersemat indah di tubuh Sella. Walaupun tidak melihat secara langsung, tetapi William sangat puas menatapnya dari layar ponsel. Walaupun William bisa melihat Sella menahan tangisan, dia sama sekali tak perduli. "Kau suka dengan gaunnya? Sekalipun kau bilang tidak, semua tidak akan bisa dirubah. Tampilkan senyumanmu, jangan cemberut seperti itu." Sella menatap datar pria di depannya. Walaupun susah dia tetap berusaha menarik kedua sudut bibirnya. Semakin berusaha tersenyum, air mata Sella semakin tidak tertahan. Sella menunduk, menyeka buliran air mata yang jatuh tanpa perintah. 'Selesai fitting baju, Zaffan akan jemput lalu mengantarmu ke kantor." Tut! Tidak memberi kesempatan Sella menjawab, William langsung mematikan panggilan. Suara tawa ya

