Fitting Baju

1012 Words

Bertengkar. Satu kata yang tidak asing dalam kehidupan Sella. Jika biasanya dia mengalah, kali ini tidak bisa. Rasa sakit hati Sella sudah menyeruak sampai ubun-ubun, dan kini tanpa rasa bersalah dia kembali membahas. Kepalang kesal, Sella melupakan caranya sopan santun dengan orangtua. "Kamu bodoh kalau menolak William. Buka mata kamu lebar-lebar, Sella, buka! Dia itu pria mapan, kaya raya, CEO bahkan pemilik perusahaannya. Apa lagi yang kurang? Engga ada!" "Yang kurang?" Sella terkekeh menatap Daniar. "Otak Ibu yang kurang," sambungnya dengan santai. Mendengar itu sontak saja Daniar mengencangkan kepalannya. Situasi seperti ini tidak boleh berlanjut lebih lama, karena Daniar sadar kalau dia tidak punya waktu banyak. Sambil terus meyakini, Daniar tak henti-hentinya berfikir harus denga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD