Butuh Bantuan?

1020 Words

"Jadi kamu benar-benar mau menikah sama Pak William? Bukannya gimana-gimana ya, Sel, tapi dari awal kamu ceita soal ini, aku ga liat ada kebahagiaan di wajah kamu." Baru datang lima menit yang lalu, namun Shania langsung menggerbrak Sella dengan pertanyaan menohok. Tidak bahagia? Jelas saja tidak. Mau dilihat dari sisi manapun memang tidak ada kebahagiaan yang Sella rasakan. Akan tetapi, Sella sangat sungkan mengutarakan isi hatinya. "Kamu terpaksa? Atau kamu sebelumnya ada kesepakatan sama Pak William?" Sella menggeleng. Paling susah memang membujuk orang. Shania menghela napas lelahnya. Sebetulnya tanpa perlu menjawab Shania sudah tau apa isi hati Sella. Raut wajah tidak akan bisa dibohongi walaupun mulut mau berkata tidak puluhan kali. Shania menatap keseliling dengan perasaan awas.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD