Bab 8

1190 Words
"Hahahha.. Ulat Keket itu cewe yang gangguin Alex, Tapi yang bikin kaget Audie itu.. dia gak bilang - bilang sama rencananya. Bikin shock aja! Tiba - tiba narik tangan Audie, trus bilang Kenalkan kekasih saya!" lanjut Audie dan mempraktekannya ke James. "Audie kaget dong... Hahhaha.. Tapi tuh si ulat keket gak terima. Mau siram minuman ke Audie. Untung aja Kak Maria lagi pegang minuman. Langsung auto Audie hempaskan ke mereka semua hahhahaha!" lanjut Audie bangga dengan aksinya semalam. Yang kata Tommy TRIPLE KILL. "Hahahahha hahahahha!" Vivian dan James tertawa mendengar cerita Audie. "Apes dong berarti tuh Siska!" celutuk Vivian. "Apes kenapa Mom??" tanya Audie. "Apes ketemu kamu..." James yang menjawab. Mereka bertiga pun tertawa. Vivian melanjutkan acara masak memasaknya. "Permisi.." sela Maria. "Pagii kak!" sapa Audie. "Pagi Nona... Tuan James, ini berkas yang Anda minta, pagi Nyonya Vivian.." balas Maria dan memberikan selembar kertas ke James. "Terima kasih Maria," ucap James dan mengambil berkas tersebut. "Pagi Maria.." balas Vivian. "Mari sarapan dulu, baru lanjut beraktivitas..." sela Vivian yang sudah selesai menyiapkan sarapan untuk mereka berempat. "Gimana sayang.. Suka?" tanya Vivian lembut ke arah Audie. "Apa sih yang ga enak kalau Mommy yang masak!" jawab Audie penuh kasih sayang. "Kamuu nihhh bisa ajaa..." ujar Vivian dan mencubit kecil pipi Audie. "James?" gumam Vivian ke arah James. James yang mengerti maksud Vivian pun berbicara. "Audie sayang.. Rabu ini Mommy Vivian sudah harus pulang ke Rotherham.." ujar James ke Audie. Seketika raut wajah Audie berubah sedih. "Kok cepat banget Uncle.. Mom?" protes Audie. "Iyah sayang, perusahaan di Rotherham tidak ada yang mengurusnya. Kamu harus fokus di sini. Biar urusan disana Mommy yang tangani... hmm?" Vivian menjelaskan sambil menggenggam tangan Audie. "Baiklah mom.." ucap Audie akhirnya. "Ok.. Jadi besok adalah hari pertama kamu kerja.." sela James. "Ya uncle.. Audie sudah siap.. Ternyata Alex tak seburuk yang aku fikirkan!" ucap Audie penuh keyakinan. "Baguslah sayang, dan berita terbaik untuk hari ini. David sudah mengambil umpan kita!" ujar James sambil menggosok - gosokan telapak tangannya dan senyum - senyum devil. --- "Kamu kenapa Lex??" tanya Lily ke putra semata wayangnya. Lily bingung melihat tingkah putranya. Dari tadi duduk di depan TV hanya untuk mengganti - ganti siaran. Melihat anaknya tidak menjawab. Lily memilih duduk di sebelah Alex. "Hmm.. Ada masalah apa? Kenapa anak mommy galau?" tanya Lily lagi sambil mengusap lembut pipi Alex. "Hmmm.. Its ok mom... hanya urusan kantor.." kilah Alex. "Baiklah sayang.." jawab Lily sekenanya. Lily pun berdiri dari duduknya lalu berkata.. "Calon mantu mommy kapan dikenalin?" goda Lily dan mengedipkan mata. Alex terdiam.. Lalu berkata... "Secepatnya Mom !!!" Lily yang mendengarnya hanya tersenyum. "Perasaan kemarin - kemarin kalau ditanya pasti di jawabnya.. Nanti Ma, masih fokus untuk perusahan.. Masih gini lah.. Masih gitu lah..." Gumam Lily. Ternyata tadi pagi Vivian sudah telponan dengan Lily dan menceritakan pertemuan Alex dan Audie di club. "Hmmm.. Kalau sudah jodoh gak kemana..." gumam Lily pelan. "James.. aku mohon jangan seperti ini.." ujar Vivian sambil menahan d**a James. "Mau sampai kapan Vivian ? hmm?" bisik James dan kembali mengecup bibir Vivian. "Euhm.. mmnhh.." suara tertahan Vivian. James melepaskan ciumannya. Dan berbisik "Vivian, aku mencintaimu.. dan aku tahu kamu juga mencintaiku.. hmm..?" "Tapii.." belum selesai Vivian berbicara. James kembali melumat bibir Vivian. Dan menahan tengkuk Vivian. Vivian terjatuh dalam manisnya cumbuan yang diberikan James. Diapun perlahan mengikuti alur permainan yang dipandu oleh James. Mulai membalas tiap lilitan dan kecupan. James yang merasa sudah mendapatkan balasan dari Vivian. Mulai turun ke leher dan d**a membuat desiran aneh ke tubuh Vivian. "Ahh.." akhirnya keluar dari mulut Vivian. James berhenti, dan mengangkat Vivian ala bridal. "James..!" shock Vivian dan langsung mengalungkan tangannya di leher James. "I love You.." ucap James lembut setelah menaruh Vivian di atas ranjang. James kembali mencumbu Vivian dengan lembut dan semakin dalam. Vivian sungguh terbuai dengan sentuhan - sentuhan yang diberikan oleh James. James mulai menurunkan ciumannya ke bagian leher hingga d**a. Suara - suara yang menggema menambah nikmatnya permainan James dan Vivian. James dengan sengaja membuat semua ruangan kamar kedap suara. Setelah saling memberikan kenikmatan selama satu jam. "Akh..." James akhirnya melepaskan bukti cintanya. "Thank You sayang.. i love you!" ucap James dan mengecup kening Vivian. Mereka berdua pun berbaring dan hanya ditutupi selimut. James merangkul Vivian dari samping. Dan mengecup bahunya yang mulus. "Sayang.. kapan kamu menerima lamarank ??" tanya James. "Hmm.. nanti James," balas sekenanya Vivian. "Please Vivian, kita saling mencintai, sama - sama dewasa dan..." "Tolong sabar sedikit lagi James.." Vivian memotong perkataan James. Sungguh dia sangat mencintai James. "Baiklah.. aku akan selalu ada buat kamu dan Audi, jadi mari kita hadapi bersama-sama," ucap James lembut dan mengecup puncak kepala Vivian. "Thank you James.. love you,” lirih Vivian tertahan dengan suara isak tangis. "Heii.. please..." James memutar badan Vivian dan memegang wajah Vivian. "Don’t crying baby... semua akan segera berakhir....hmm..?" ucap James lembut dan menghapus air mata Vivian. Lalu mengecup mata Vivian kiri dan kanan. Turun ke hidung, pipi kiri, pipi kanan dan melumat lembut bibir Vivian. Dan mereka berakhir dengan babak selanjutnya saling menghangati satu sama lain.. FLASHBACK ON James yang merupakan sahabat Sydney sudah lama menaruh hati kepada adiknya Sydney yaitu Cathlyn. Namun pada saat itu Cathlyn memiliki kekasih. Akhirnya James hanya diam. Dan tetap menjaga Cathlyn dari jarak jauh. Sydney yang mengetahui Sang sahabat sangat mencintai Adik perempuannya. Dengan percaya menitipkan sang adik ke James. "James, aku mohon jaga Cathlyn dan anakku, cintai mereka..." ucap Sydney. "Heyy Syd,, kamu tidak akan kemana - mana.. tenanglah.." James tidak suka dengan ucapan Sydney. "Apakah kamu masih mencintai Cath?" tanya Sydney lagi. "Aku selalu mencintainya, selamanya Syd.." jawab tegas James. "Baguslah James.." ucap Sydney tersenyum dan melihat sahabatnya. "Hmm.." "Bagaimana semua dokumen dan aset yang di Rotherham?" tanya Sydney. "Semuanya sudah selesai. Tinggal kamu tandatangani." ujar James dan memberikan beberapa berkas. Dan dengan segera Sydney tanda tangani. "Baguslah semua sudah selesai," ucap Sydney tenang. "Ya Syd.. kamu tenang saja. Pria berengsek itu tidak akan tahu aset kamu dan ahli warismu sudah di tangan putrimu," James menahan emosi. Mengingat sahabatnya diperlakukan begitu buruk. "Ini yang terakhir James, tolong lakukan semua yang aku tulis disini,, ini permintaan terakhirku!! ok?" ujar Sydney serius sambil memegang kedua tangan sahabatnya. "Pastiii.. apapun itu!" jawab James mantap. Dan besoknya. Kejadian naas itupun menimpa Sydney. James sangat shock dan menghubungi Cathlyn. Cathlyn sangat terpukul. Namun dia harus kuat karena sekarang dia memiliki malaikat kecil bernama Marissa. Cathlyn mengambil Marissa dari David dan istri barunya. Sungguh perih hati Cathlyn saat itu. Kedua orang tua mereka sudah tiada. Kakak perempuannya pun sekarang sudah tidak ada disisinya. Malam itu Cathlyn minum sampai mabok bersama sang kekasih. Namun naasnya pacar Cathlyn ingin mencuri kesempatan. Dan ingin memperkosa Cathlyn. Untungnya saat itu James baru saja tiba. Dan mendapati pakaian atas Cathlyn sudah terbuka. Penampilan Cathlyn sudah acak-acakan dan menangis ketakutan. Dengan geram James langsung memukul pria tersebut sampai pingsan. James segera mengangkat Cathlyn masuk ke kamar dan membungkus tubuhnya dengan selimut. James kembali ke ruang tamu, lalu menelpon asistennya untuk membereskan pria b******n didepannya. Karena dia tidak bisa meninggalkan Cathlyn sendirian. Setelah semua beres. James kembali masuk ke kamar. Betapa kagetnya James mendapati Cathlyn sudah membuka semua pakaiannya. "James.. panas... ini sungguh panas.." seru Cathlyn.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD