32. Tidak Bisa Menikah

1262 Words

Pagi itu dokter yang menangani Tara telah memperbolehkannya untuk pulang. Tara berpasrah diri mengikuti ke mana Bastian membawanya. Saat ini Bastian yang memegang kendali. Ia tidak bisa menolak apa pun perintah Bastian. Tara menatap jalanan yang tidak begitu ramai dari kaca jendela mobil Bastian. Di sepanjang trotoar pandangannya menangkap beberapa pasang muda-mudi berpakaian olahraga sedang bersenda gurau. Di ruas lain trotoar, tepatnya di jalur khusus sepeda, beberapa pria dan wanita paruh baya tengah mengayuh sepeda mereka. Aneh, kenapa di sepanjang jalan yang ia lihat hanya orang-orang yang sedang berolahraga? tanyanya dalam hati. Tara masih menatap ke luar jendela dengan kedua tangan menyilang di depan d**a. Ia sama sekali tidak berniat memutar pandangannya seratus delapan puluh der

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD