Prolog

412 Words
Club adalah sebuah tempat dimana sosok manusia tak sempurna berkeliaran. Bau alkohol, wanita penghibur, dan lain sebagainya selalu memenuhi tempat seperti ini. Terkadang manusia-manusia itu memang berniat menambah tumpukan dosa dengan sengaja, atau memang ada juga yang hanya untuk menghilangkan penat semata dari pekerjaan, patah hati, ataupun kejenuhan hidup. Mereka si pemula akan berawal dengan wajah kurang nyaman lalu duduk di pantry meja bar dan memesan satu gelas kecil minuman laknat yang membuat mereka malah ketagihan dan memintanya lagi dan lagi. Tidak hanya itu. Di berbagai sudut yang temaram banyak sekali yang sedang berbuat tak senonoh atau bahkan melakukan seks liar. Mereka masih menikmati hingar bingar kerlip lampu disko dan suara dentuman musik yang bisa menghacurkan gendang telinga. Hingga suara riuh itu semakin menjadi, khususnya untuk suara laki-laki ketika sosok wanita cantik dengan dress ketat yang memperlihatkan lekuk tubuh seksi terlihat masuk berjalan anggun dengan tangan kiri mengapit tas mahal yang harganya setinggi langit. Paras menawan, hidung yang mancung, bibir penuh, kulit seputih salju, dengan tulang pipi tirus dambaan semua wanita, itu semua melekat sempurna ditambah dengan tubuh tinggi semampai bersama lekuk pinggang yang ideal mampu membuat kaum laki-laki yang berada di Club malam itu selalu bersiul dan mencoba menggoda walau akan sia-sia karena level wanita itu cukup tinggi untuk memilih seorang laki-laki. Mereka hanya bisa pasrah menatap kecantikan itu dari kejauhan dan mengeram marah ketika wanita itu menghampiri sosok laki-laki tampan di meja bar dengan sangat anggun dan brengseknya begitu sangat cantik. "Cihh! wanita itu kembali menggoda si tampan Bert," ucap suara yang memakai dress hitam pekat di lantai dansa terdengar begitu sangar dan mata wanita itu mendelik tidak suka menatap objek yang sedari tadi diperhatikannya dengan rasa terbakar. -berani sekali wanita itu lebih cantik darinya! "Siapa dia?" Si wanita lain menyaut dengan mata masih memperhatikan objek yang dimaksud. "Kau tinggal di belahan planet mana?" celetuk si wanita lain yang terbalut dress ketat berwarna biru. Mungkin merasa heran kenapa wanita dengan dress kuning sekaligus temannya ini begitu kurang pergaulan sekali. "Memang siapa dia?" "Dia J4l4n9 sekaligus primadona di Club ini." Si wanita berbaju kuning mengerutkan alis. "Maksudmu dia wanita penghibur?" "Bodoh!" Si wanita berbaju biru memukul kepala si baju kuning hingga wanita itu mendelik kesal. "Dia Earlita Rose Queena. Wanita kaya yang menjelma sebagai duri untuk para kaum wanita di negeri ini. Jangan coba-coba mendekat kalau kau punya kekasih yang masuk ke dalam kiterianya dia tidak akan segan-segan menikungmu dari arah mana pun!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD