BAB 29

1671 Words

“Komite Medik memanggil dr. Althair.” Kalimat singkat dari perawat administrasi itu seketika membuat ruang dokter spesialis bedah saraf mendadak sunyi senyap. Jevan yang baru saja hendak menyesap kopi hangatnya langsung menghentikan gerakan tangannya di udara. Kavi perlahan mengangkat kepala dari atas tumpukan jurnal, sementara Thala menghentikan jemarinya yang sejak tadi menari di atas kibor laptop. Di sudut lain, Harsa yang sedang membaca berita di ponselnya langsung menyipitkan mata penuh selidik. “Kamu serius?” tanya Jevan, memastikan pendengarannya tidak salah. Perawat yang mengantar surat itu hanya mengangguk sopan. “Rapat dengar pendapat dijadwalkan pukul sembilan pagi ini, Dok.” Althair mengulurkan tangan, menerima amplop putih tebal tersebut. Ekspresi wajahnya tetap datar, se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD