Sejak pembicaraan intim di sudut tangga darurat siang tadi, gerak-gerik Zayna berubah menjadi sangat aneh. Gadis itu mendadak menjelma menjadi sosok yang terlampau pendiam. Tidak ada lagi rentetan pertanyaan acak yang tidak masuk akal, tidak ada komentar usil mengenai kadar natrium di dalam makanan Althair, bahkan tidak ada satu pun candaan garing tentang raut wajah Althair yang mirip robot tiruan. Bahkan selama sesi visite sore berlangsung, Zayna hanya memberikan respons seperlunya dengan nada suara yang konstan rendah. Perubahan drastis itu justru membuat Althair merasa ada sesuatu yang keliru. Sangat keliru, hingga konsentrasinya sedikit terusik. “Dokter,” panggil Zayna formal saat melangkah masuk ke kubikel kerja Althair. “Hm.” “Ini berkas laporan hasil laboratorium terbaru pasien

