BAB 23

1624 Words

“Modal cantik memang enak.” Kalimat beracun itu terus berputar di kepala Althair semalaman penuh, bahkan hingga fajar menyingsing di ufuk timur. Yang membuat Althair semakin tidak nyaman adalah reaksi Zayna setelahnya. Perempuan itu tidak membalas sama sekali. Dia hanya diam. Terlalu diam untuk ukuran seorang Zayna yang biasanya sarat akan pembelaan ajaib. Pukul tujuh pagi, ruang briefing Departemen Bedah Saraf sudah dipadati fungsionaris medis. Para residen berdiri tegap memegang map rekam medis, sementara kelompok koas duduk rapi dengan catatan di pangkuan mereka. Di ujung meja, dr. Freya Callista sedang membacakan pembagian tugas hari itu dengan artikulasi yang tenang dan berwibawa. Residen chief yang satu ini memang diakui sulit dicari celanya. Pintar, tegas, disiplin, berparas rupa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD