BAB 17

1999 Words

“Koas Stroberi.” Zayna yang sedang asyik mengunyah roti isi di sudut meja diskusi langsung mengangkat kepalanya dengan dahi berkerut. “Dokter manggil saya dengan nama resmi sekarang?” Althair berdiri tegap di depan meja dengan map pasien tebal di genggaman tangannya. Wajahnya sedatar biasa. “Masuk ruang operasi tiga puluh menit lagi.” Zayna berkedip beberapa kali, memastikan pendengarannya tidak salah. “Sebagai apa, Dok?” “Sebagai koas, tentu saja.” “Kirain diajak masuk sebagai investor,” seloroh Zayna santai. Althair seketika menyesal karena telah membuka percakapan dengannya. Ia menghela napas pendek sebelum menegaskan, “Jangan terlambat.” “Saya selalu tepat waktu, Dok.” “Kemarin kamu terlambat tujuh menit.” “Itu karena lift utama gedung bangsal rusak,” bela Zayna bela diri. “A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD