BAB 84

1590 Words

”Kita mulai sekarang.” ​Suara Althair Dewantara terdengar tegas di tengah keheningan ruang pembedahan utama. Tidak perlu lantang, namun intonasi dingin berbobot mutlak itu sanggup mengunci fokus seluruh isi ruangan. ​Seketika seluruh tim bergerak serempak. Lampu pembedahan raksasa berkekuatan tinggi langsung diarahkan tepat memancar ke atas medan kraniotomi. Monitor anestesi terus membunyikan nada bip ritmis yang monoton dan teratur. ​Di balik masker steril berlapis, raut wajah para dokter berubah serius dan tegang. Tidak ada lagi percakapan sepele atau gurauan yang tidak diperlukan. Pembedahan mikrosurgikal skala besar resmi dimulai. ​Jam pertama berlalu dalam ketegangan yang terukur dan terkendali. ​Althair bekerja di bawah mikroskop bedah dengan presisi yang menakjubkan. Setiap man

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD