BAB 81

1466 Words

”Siapkan ruang operasi utama sekarang.” ​Suara Althair Dewantara terdengar sangat tenang, memotong keheningan ruang radiologi yang mencekam. ​”Kita hanya punya satu kali kesempatan untuk menyelamatkan pasien ini.” ​Kalimat singkat berbobot mutlak itu masih menggantung di udara tatkala seluruh tim medis langsung bergerak serempak. ​Dalam waktu kurang dari dua menit, ruang pembedahan nomor satu yang sebelumnya steril dan kosong berubah total menjadi pusat aktivitas berkecepatan tinggi. ​Perawat instrumen bergerak lincah menata susunan meja pembedahan mikrosurgikal. Tim anestesi memeriksa kembali keandalan mesin ventilator sentral, kesiapan pipa endotrakeal, serta ketersediaan obat-obatan emergensi. Residen berlari menyusuri koridor mengambil hasil pemeriksaan darah lengkap terbaru. Seme

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD