”Siapkan ruang operasi utama sekarang.” Suara Althair Dewantara terdengar sangat tenang, memotong keheningan ruang radiologi yang mencekam. ”Kita hanya punya satu kali kesempatan untuk menyelamatkan pasien ini.” Kalimat singkat berbobot mutlak itu masih menggantung di udara tatkala seluruh tim medis langsung bergerak serempak. Dalam waktu kurang dari dua menit, ruang pembedahan nomor satu yang sebelumnya steril dan kosong berubah total menjadi pusat aktivitas berkecepatan tinggi. Perawat instrumen bergerak lincah menata susunan meja pembedahan mikrosurgikal. Tim anestesi memeriksa kembali keandalan mesin ventilator sentral, kesiapan pipa endotrakeal, serta ketersediaan obat-obatan emergensi. Residen berlari menyusuri koridor mengambil hasil pemeriksaan darah lengkap terbaru. Seme

