Hari-Hari yang Diatur dengan Tenang

1136 Words

POV Selira Setelah hari itu, Raka benar-benar tidak muncul lagi. Tidak ada suara langkah di lorong. Tidak ada ketukan di pintu kamar rawat. Tidak ada bayangan wajah yang dulu begitu kukenal. Hari-hariku di rumah sakit berjalan dengan pola yang sama. Teratur. Sunyi. Aman. Rendra selalu datang pagi. Tidak pernah terlambat. Tidak pernah terburu-buru. Ia biasanya berdiri di dekat jendela lebih dulu, membuka tirai sedikit agar cahaya masuk, lalu menoleh padaku. “Sudah bangun?” tanyanya pelan. Aku mengangguk. “Minum dulu,” katanya sambil menggeser gelas air ke dekat tanganku. Bukan permintaan, tapi juga bukan perintah keras. Kalimatnya selalu seperti itu. Tenang, datar, dan entah kenapa membuatku menurut tanpa berpikir panjang. Aku minum. Perawat datang memeriksa. Rendra berdiri sedik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD