Jarak yang Tiba-tiba Ada

1147 Words

Aku dikembalikan ke sel seminggu kemudian. Tak ada sorakan Tak ada teriakan. Tak ada kata sambutan apa pun. Hanya langkah kaki petugas di lorong sempit, bunyi besi pintu yang dibuka, lalu ditutup kembali di belakang... seolah aku tak pernah pergi. Padahal aku belum sepenuhnya pulih. Tubuhku masih lemah. Kepala masih sering berdenyut. Bekas infus masih membiru di punggung tangan. Tapi itu bukan yang paling terasa. Yang paling terasa adalah… tatapan. Begitu aku melangkah masuk, suara di dalam sel langsung meredam. Obrolan yang tadi samar mendadak terputus. Beberapa orang menoleh. Ada yang membeku. Beberapa mata membelalak. Bahkan ada yang langsung berpaling atau menunduk. Ada pula yang menatapku lama, terlalu lama. Tatapan itu bukan sekadar rasa ingin tahu. Ada sesuatu yang lain.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD