Stevani menggoyang pelan gelas berisi wine hingga menimbulkan pusaran kecil. Dipandanginya lama-lama cairan merah pekat itu, lalu menyesapnya sampai tandas. Rasanya sedikit pahit, menempel di lidah, dan meninggalkan sensasi hangat yang merayap turun di tenggorokan. Seolah tak ingin membiarkan gelasnya kosong terlalu lama, Stevani kembali mengisinya—kali ini lebih banyak dari sebelumnya. Dia menegaknya bertahap, sampai perutnya terasa penuh, barulah dia berhenti sejenak. Deru napasnya terdengar memburu di antara hening malam. Rambutnya yang terurai menutupi sebagian wajahnya yang sembap. Di hadapannya, layar ponsel menyala, menampilkan unggahan dari sebuah akun gosip yang sudah memiliki banyak pengikut. Cepat sekali mereka memposting berita terbaru, seolah di dunia nyata mereka tidak pun

