Pagi itu Aline membuat sarapan, hanya roti lapis panggang dengan s**u di tambah buah-buahan. Tidak lupa dia pun membuat kopi hitam seperti biasanya untuk Joe. Selama mereka tinggal bersama di rumah ini Joe selalu meminum kopi buatan Aline, meskipun pria itu tidak memintanya. Aline menoleh pada bagian dapur di mana tadi malam terjadi sesuatu dan berlanjut di kamar pria itu. Untung saja akal sehatnya masih bisa dia kendalikan kalau tidak, mungkin dia akan menyesalinya saat terbangun pagi ini karena telah terjerat oleh pesona Jonathan Pramudya yang mengerikan. “Pria itu benar-benar sialan!” rutuknya. Sisa-sisa kekesalannya masih dia rasakan hingga bangun tidur pagi tadi. Dia tidak ingin lagi terhasut dengan rayuan maut putra dari neraka itu. “Pagi!” Aline memutar bola matanya mendeng