“Aku ingin kau mencari tau siapa Aline!” pinta Vivian seraya berjalan mondar mandir dengan ponsel di telinganya. “Aline? Maksudnya istri Joe?” tanya Erlin, asistennya. “Ya! Siapa lagi bodoh?!” semburnya pada sang asisten. “Oke. Aku akan segera mencari informasi mengenai gadis itu.” Vivian segera memutus sepihak sambungan teleponnya. Wanita itu membuang napas panjang. Dia masih tidak bisa menerima keputusan Joe yang mengakhiri hubungan mereka begitu saja. Dia berpikir kalau gadis itu telah meracuni pikiran Joe sehingga mau menuruti keinginannya untuk mengakhiri hubungan mereka. Di lain tempat, Joe baru saja masuk ke dalam rumahnya yang dia huni bersama Aline, istri sandiwaranya. Meski demikian pernikahan mereka adalah sah di mata negara dan agama. Aline yang baru saja keluar dar