Sore itu, setelah makan siang yang tidak biasa bersama para karyawan, Javier akhirnya memutuskan untuk membawa Sarah pulang lebiih awal. Bukan tanpa alasan. Ia sudah melihat cukup. Istrinya itu jelas tidak bekerja. Lebih tepatnya— mengubah kantor menjadi tempat bersantai. Dan sekarang— mereka berada di dalam mobil. Javier menyetir dengan fokus. Tangannya mantap di setir. Tatapannya lurus ke depan. Sementara di kursi penumpang— Sarah duduk diam beberapa saat. Namun— hanya beberapa saat. Karena kemudian— ia mulai bergerak gelisah. Matanya melihat ke luar jendela. Ke kiri. Ke kanan. Dan tiba-tiba— ia bersandar sedikit ke arah Javier. “Daddy…” Suaranya pelan. Namun penuh sesuatu. Javier melirik sekilas. “Apa?” Sarah menunjuk ke luar. “Itu…” Javier mengikuti arah ja

