Siang bergeser pelan menuju sore. Cahaya matahari mulai condong, menembus jendela besar ruang kerja Javier. Suasana kantor yang biasanya tegang dan penuh ritme kerja kini… terasa aneh. Sangat aneh. Di dalam ruangan— Sarah sudah bangun. Ia duduk di sofa, rambutnya sedikit berantakan karena tidur, namun wajahnya terlihat segahr. Ia menguap kecil, lalu meregangkan tubuhnya pelan. “Hmm…” Ia menatap sekitar. Lalu— tersenyum. Karena ia masih di sana. Di kantor Javier. Dan yang lebih penting— Javier masih di dekatnya. Pria itu sedang berdiri di dekat meja, berbicara singkat dengan salah satu staf melalui interkom. Wajahnya kembali serius, seolah dunia profesionalnya tidak pernah goyah. Namun— Sarah tidak merasa tertekan. Justru sebaliknya. Ia merasa… nyaman. Terlalu nyaman. Ia

