Bab 78

1345 Words

Dapur akhirnya kembali tenang. Asap sudah hilang. Kompor kembali bersih. Dan sekarang— yang terdengar hanya suara halus koki profesional yang bekerja dengan cekatan. Rempah-rempah yang tadi terasa “menyeramkan” di tangan Tiana… kini berubah menjadi aroma yang hangat. Menggoda. Dan justru… membuat lapar. Sarah duduk di kursi dekat meja dapur. Matanya fokus. Memperhatikan setiap gerakan koki. Seperti sedang menonton sesuatu yang sangat menarik. “Wah…” Ia berbisik pelan. “Harumnya beda…” Di sampingnya— Javier berdiri. Tangannya menyilang. Tatapannya bergantian antara koki… dan Sarah. Lebih sering ke Sarah. Sementara di sisi lain— Tiana masih bersandar di kursi. Lemas. Sangat lemas. Seolah baru saja selamat dari bencana besar. “Aku tidak percaya aku hampir membakar da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD