Bab 79

1981 Words

Javier menatap Sarah dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Alisnya berkerut, bibirnya sedikit terbuka, seolah ingin memastikan bahwa apa yang baru saja ia dengar bukanlah halusinasi semata. Sarah berdiri di depannya dengan wajah serius, satu tangan bertumpu di pinggang sementara tangan lainnya memegang perutnya yang mulai membesar. Tatapannya penuh tuntutan, tidak ada sedikit pun keraguan. “Aku mau spaghetti… pakai es krim.” Javier menghela napas panjang. Ia mengusap wajahnya kasar, lalu berjalan mondar-mandir beberapa langkah seperti orang yang sedang mencoba menenangkan diri. Di kepalanya, berbagai kemungkinan berputar—apakah ini normal? Apakah semua ibu hamil mengalami hal seperti ini? Atau hanya Sarah saja yang bisa memikirkan kombinasi makanan seaneh itu? “Sarah,” ucapnya akhirny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD