Bab 04

750 Words
Sarah keluar dari dalam kamar, dan dirinya berjalan menuruni tangga. Dan membuat dirinya menyesal, karena kamarnya terletak di lantai dua. Walaupun hanya di lantai dua, namun anak tangga ini sangat banyak sekali. Dan membuat kakinya lelah untuk menuruni tangga. "Kenapa kau tidak menggunakan lift?" Tanya Javier pada Sarah. Sarah yang mendengarnya tersenyum tipis dan dia menggeleng. Dirinya berjalan mendekati Javier dan dia duduk di depan pria itu, menatap berbagai macam makanan yang tersedia di atas meja. Javier menatap Sarah datar. "Makanlah. Aku tidak mau calon istriku kurus kerempeng dan seperti orang kekurangan gizi. Aku mampu membelimu jutaan dollar. Dan kalau kau kurus di sini, uangku rasanya terbuang sia-sia." Kata Javier sinis. Sarah mendengarnya mengangguk, lalu dirinya mengambil makanan dan dia mulai memakannya. Sarah merasakan makanan ini enak. Ya. Perbedaan makanan orang kaya raya dan orang miskin memang sangat berbeda sekali. Dan makanan ini terasa sangat nikmat di mulutnya. Sarah makan dengan lahap dan sekali-kali dirinya menatap pada Javier, yang mana pria itu fokus pada tablet di depannya dan tidak melihat pada Sarah. Dirinya mengembuskan napasnya kasar, dan dia mentap pada Javier yang sekarang menatap pada Javier. "Ada apa? Kau merasa tidak enak pada makanan itu? Kalau tidak enak buang saja. Dan aku akan menyuruh chef untuk membuatkan makanan baru untuk dirimu." Kata Javier santai. Sarah mendengarnya terkejut, dirinya menggeleng. Dia tidak mau membuang makanan, dengan lahap Sarah mulai memakan makanannya. Javier menaikkan sebelah alisnya. Dan dia menatap Sarah yang amat lahap memakan makanan. "Kau suka makanannya?" Tanya Javier. Sarah mengangguk. "Iya. Aku suka dengan makanan ini, aku tidak akan mau membuang makanan ini." Jawab Sarah. Javier mengangguk. Lalu dirinya menatap pada pengawal yang membawa berbagai macam sepatu dan segala hal berhubungan Sarah masuk ke dalam mansion. Dirinya berdiri dari tempat duduknya, dan dia menatap pada semua barang-barang branded yang dibawa oleh pengawal. Dan untuk sepatu hanya ada beberapa ukuran dibawa. "Cobalah." Ucap Javier menyuruh Sarah untuk mencobanya. Sarah menatap pada sepatu itu dan mencobanya satu persatu. Javier mengangguk setelah menemukan ukuran kaki Javier. Dan dirinya menyuruhnya pengawal untuk membawa sepatu lainnya keluar dan dia akan membelikan barang yang sesuai untuk Sarah. Sarah menatap pada barang-barang di depannya. Dan matanya menatap pada tumpukan gaun yang berbahan tipis dan dia tidak yakin gaun itu akan mampu menutupi tubuhnya. Tangan Sarah gemetar mengambil gaun itu. Javier melihatnya menyeringai dan dia berjalan mendekati Sarah, dan dirinya berdiri di belakang gadis itu. Napas hangat Javier menerpa leher Sarah, membuat Sarah merinding dengan apa yang dilakukan oleh Javier padanya. Dia yang akan menjauh dari Javier, namun pria itu segera memeluk dirinya. "Kau mau kemana? Aku hanya ingin menatap gaun itu dan pastinya akan sangat cocok untuk dirimu. Dan aku mau malam pertama kita, kau memakainya dan aku akan menyobeknya kasar." Ucap Javier s*****l dan dia menggerakkan tangannya naik turun di lengan Sarah. Sarah mengerutkan keningnya. Untuk apa memakai benda ini kalau nantinya akan disobek? Melihat tabel harga satu gaun ini mencapai lima ratus dollar. Membuat dirinya meringis. Sayang sekali uang sebanyak itu harus dibuang dan akan menjadi sampah dalam bentuk gaun yang sudah dikoyak. Sungguh menyedihkan sekali. Sarah meremang ketika merasakan tangan Javier sekarang merambat menuju payudaranya, membuat dirinya gelisah dan ingin menyentak tangan Javier. Namun dirinya tak bisa melakukan itu. Karena Javier adalah tuannya yang sudah membeli dirinya. Ya. Kalau kata halusnya memang sugar daddy. Dan nanti kata lebih halusnya lagi suaminya. Pernikahan tanpa cinta namun terisi nafsu di dalamnya nanti. "Euguhhh..." lenguh Sarah merasakan tangan Javier meremas payudaranya pelan. Javier mendengar lenguhan dari Sarah menyeringai. Dan dia menyingkirkan tangannya dari sana, lalu dia berjalan menuju sofa kembali. "Bersiaplah. Ganti pakaianmu lebih bagus. Aku akan membawa dirimu ke butik untuk melihat gaun pengantin." Kata Javier. Sarah mendengarnya mengangguk, dan dia berlari menuju tangga. Dan lagi dirinya pakai tangga dan tidak pakai lift. Memang bodoh dirinya ini. Javier melihat Sarah sudah pergi, tersenyum sinis. Dan dia memainkan pulpen di tangannya. "Dia memang cantik dan menggoda sekali. Tak salah aku membelinya dan mengeluarkan uang yang amat banyak. Ah, bagaimana rasanya vaginanya yang sempit dan belum pernah dimasuki itu? Aku mau memasukinya sekarang dan mengentakkan penisku sedalam mungkin ke vaginanya." Ucap Javier tersenyum m***m. Dan dia melihat ke arah tabletnya dan dia menatap beberapa pekerjaan yang dikirim oleh sekretarisnya. Dan dia memeriksa pekerjaannya itu dengan tatapan tajam dan fokus. Dia akan selalu menjadi pria yang tegas dan kejam kalau dalam soal pekerjaan. Dan tidak akan main-main dalam pekerjaan. Cukup dirinya bermain dengan para wanita. Dan kemudian Sarah yang akan menjadi mainannya selanjutnya. Sugar baby dan sekaligus istrinya nanti.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD