Suasana mansion mulai kembali seperti biasa setelah kejadian di ruang makan. Sarah udah beristirahat, sementara Javier turun ke lantai bawah. Namun pikirannya tidak benar-benar tenang. Ia berdiri di ruang tengah dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya. Tatapannya lurus ke depan, tetapi jelas pikirannya sedang memutar ulang kejadian di gym tadi. Rahannya mengeras. Ia tidak suka itu. Sangat tidak suka. Beberapa detik kemudian— suara langkah santai terdengar dari arah lorong. Tiana. Wanita itu berjalan masuk ke ruang tengah dengan ekspresi santai seperti biasa, bahkan terlihat sedikit bersenandung pelan. Ia sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda bersalah. Begitu melihat Javier— ia mengangkat alis. “Oh.” Ia tersenyum kecil. “Kau belum tidur?” Javier tidak menjawab.

