Bab 85

2225 Words

Javier tidak pernah benar-benar duduk santai. Bahkan saat ia berada tepat di samping Sarah, di bangku kecil di pinggir jalan itu, tubuhnya tetap siaga. Matanya tidak berhenti bergerakn, mengamati sekitar, memperhatikan orang-orang yang lewat, jarak antara mereka, suara yang terlalu dekat, gerakan yang terlalu mencurigakan. Namun di atas semua itu—perhatiannya kembali lagi dan lagi pada satu hal. Sarah. Perempuan itu duduk dengan gaun putihnya yang kontras dengan debu jalanan, memegang makanan yang baru saja ia beli dari gerobak sederhana. Wajahnya terlihat lebih hidup dibandingkan beberapa hari terakhir. Ada ketenangan yang jarang muncul sejak semua kekacauan itu terjadi. Namun bagi Javier— Ketenangan itu tidak cukup untuk membuatnya lengah. Ia memperhatikan setiap suapan. Setiap ge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD