Pintu utama mansion terbuka perlahan. Suara langkah kaki yang tegas namun anggun memasuki ruangan yang luas itu, membawa serta aroma hangat yang langsung menyebar ke seluruh area. Rose datang. Perempuan itu berjalan dengan tenang, membawa sebuah termos besar di tangannya, dibungkus kain agar tetap hangat. Wajahnya terlihat serius seperti biasa, tapi ada sesuatu yang lembut di matanya—sesuatu yang jarang terlihat jika buykan karena satu alasan tertentu. Sarah. Rose berhenti di ruang tengah, matanya langsung menyapu ruangan, memastikan keadaan. “Tiana?” Tiana yang sejak tadi berdiri dekat tangga langsung menoleh. “Tante.” Rose mengangguk kecil. “Javier di mana?” “Di atas,” jawab Tiana santai, lalu sedikit tersenyum, “lagi sibuk sama istrinya.” Rose menghela napas pelan, tapi tidak

