“Bukankah perempuan memang ahlinya membuat kaum laki-laki belajar menunggu?” ujar Juna menjawab ucapan Ara dengan sebuah candaan. Meskipun bercanda tapi pria itu sebenarnya mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya. Sudah selama ini dia menunggu seorang Tara Lalitha. Namun, di saat dia berusaha ikhlas untuk menyerah dan membiarkan wanita pujaannya bahagia dengan suaminya, ternyata apa yang dia lihat tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan. “Benarkah? Kalau begitu, sekali lagi aku minta maaf,” balas Ara dengan sungkan. Tentu saja dia merasa tidak enak karena Juna telah lama menunggu dirinya. Namun, bagaimana lagi karena dia harus membiarkan Febi menyelesaikan tugas merias dirinya. “Kamu ini nggak romantis benget. Kalau mau minta maaf itu yang benar, paling nggak tambahin kata-ka

