Pria itu seakan menyiratkan agar Ara melupakan permasalahannya. Dia ingin mengajak perempuan itu untuk bersenang-senang di tempat pesta. “Di dalam sana ada banyak makanan enak dan aku sudah nggak sabar untuk mencicipinya. Apa kau ingat, dulu kita berlima sering lupa diri kalau sudah dihadapkan dengan makanan enak?” tanya Juna mengingatkan. Tentu saja Ara masih ingat dengan jelas semua kenangan manis itu. Lantas ia pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban untuk Juna. “Kita seperti nggak punya malu, meskipun itu di tempat umum. Aku ingin mengulangi masa itu, apa kau mau? Meskipun hanya ada kita berdua? Karena aku yakin Febi dan Ema pasti jaim karena sedang bersama dengan pacarnya, sedangkan Andaru pasti sibuk menyapa tamu,” tutur Juna melanjutkan. Di dalam hati Ara membenarkan uca

