“jangan banyak alasan, apalagi sampai malam yang kau jadikan alasan,” ujar Juna dengan tatapan tidak sukanya. Ara hanya diam tidak berani membuka suaranya lagi. Dia akan menurut ke mana pria itu akan membawanya setelah ini. Yang jelas dia tahu jika Juna tidak akan pernah menyakitinya. “Kondisi apa pun nggak akan menjadi penghalang untuk membahagiakanmu, kecuali kalau aku mati,” batin Juna dengan penuh keyakinan. Pria itu sudah bertekad akan membuat Ara mendapatkan kebahagiaannya kembali seperti dulu ketika mereka masih kuliah. Di mana dia sering melihat tawa lepas Ara yang begitu cantik di matanya. Entah sedalam apa pria itu mencintai seorang Tara Lalitha Prakarsa. Namun, yang jelas dia tidak suka melihat perempuan itu bersedih apalagi sampai menangis seperti sekarang. “Baiklah,

