Pemandangan Yang Menyesakkan

1282 Words

Setelah memastikan jika Ara tidak berada di dalam ballroom lagi, Bima pun bergegas keluar. Dengan langkah terburu-buru, dia berjalan menuju ke halaman. Perasaannya tak karuan dan berharap tidak sampai kehilangan jejak perempuan itu untuk kedua kalinya. “Nggak masalah kalau kamu nggak mau bertemu denganku. Setidaknya aku harus tahu saat ini kamu tinggal di mana dan bersama dengan siapa,” pikir Bima yang mencoba berdamai dengan hatinya. Namun, tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan yang ada di depannya. Bukan hanya langkahnya saja, tapi napasnya juga terasa ikut terhenti. Deg …! Detak jantungnya seketika berdegup kencang. Pemandangan di bawah pohon palem yang berjarak beberapa meter saja dari tempatnya berdiri sangat membuatnya syok. Jelas, bahkan sangat jelas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD