BAB 94

1323 Words

Conny mengamati Tamara yang menyembunyikan senyum di wajah. Sahabatnya itu terlihat bahagia. Ia sendiri senang melihatnya. Tamara sudah banyak menderita, sudah waktunya menikmati hidup. Ia mengedarkan pandangan ke dinding yang bertabur tempelan dari guntingan koran dan majalah. Ada banyak wajah di sana, tapi yang paling mendominasi satu orang. “Laki-Iaki itu, akhir-akhir ini banyak masalah, heh!” “Hidupnya dari dulu memang bermasalah,” jawab Conny. “Jelmaan setan neraka.” “Sebastian sudah mati.” “Ya, tapi anaknya masih hidup.” “Kamu ingin balas dendam ke anaknya?” Tamara menggeleng. “Entahlah, aku sedang bingung dengan tujuanku sekarang.” “Karena laki-laki tampan itu? Sepertinya, usianya cukup muda untuk jadi anakmu!” Conny terkekeh dan terhenti saat melihat Tamara mencebik. Niatny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD