Hiruk pikuk di dalam bar seolah tumpah kejalan. Orang-orang bergembira menikmati malam panjang. Setelah Claudya turun, diganti penari lain. Kali ini berganti menjadi artis laki-laki. Sepertinya para pengunjung tidak peduli dengan jenis kelamin, yang terpenting malam ini gembira. Bisa mabuk dan menari hingga lupa diri adalah hal yang mengasyikkan. Bar ini bukan tempat yang murah. Tidak semua orang bisa masuk, harus menjadi anggota terlebih dahulu. Tidak heran kalau semua pengunjungnya berasal dari kalangan menengah ke atas. Orang-orang kaya yang rela menghambur-hamburkan untuk kesenangan satu malam. “Rani yang cantik, kenapa kita harus berada di keramaian ini? Padahal, ada banyak tempat khusus untuk kita.” Claudya tersenyum. “Pak Adolf orang yang sangat berpengaruh, apa kata orang kalau

