BAB 96

1581 Words

Victor berdiri di depan rumah sakit. Memakai setelan hitam dengan mata sembab. Rambutnya tersisir rapi dengan Adolf berdiri di belakangnya. Banyak wartawan di hadapannya dan semuanya berebut ingin mengajukan penanyaan. Victor mengangkat tangan dan terisak. “Maaf, ini terlalu sedih untuk ke—keluarga kami. Tapi harus disampaikan.” “Bagaimana kondisi Nyonya Zaneta?” “Apakah bayinya tidak selamat?” “Pak, apa kata dokter?” Victor mengambil sapu tangan dan terisak. “Istriku, kesakitan. Ti—tidak bisa mempertahankan kehamilan anak kedua kami gara-gara terlalu stres. “ “Penyebab stres apa, Pak?” Victor mengangkat wajah, menatap serius ke arah kamera. “Seperti yang kalian tahu, mantan istriku muncul kembali. Meneror kami hampir setiap hari dan menakut-nakuti. Istriku tertekan dan akhirnya ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD