BAB 69

1239 Words

Suara-suara percakapan sama sekali tidak mengusik Natalia. Ia tidak ada keinginan untuk mencari tahu siapa yang sedang bercakap-cakap. Berbaring diam dengan mata menatap nyalang pada langit- langit kamar, Natalia seperti orang pingsan dengan mata terbuka lebar. Ia sudah seperti ini dari tadi malam, tidak makan, tidak minum, dan sengaja membuat tubuhnya kelelahan. Ia tidak dapat memicingkan mata sedikitpun, pikirannya terlalu riuh, terlalu liar, untuk dibawa tidur. Tidak masalah kalau dirinya tidak bisa terlelap, selama itu membantunya untuk cepat mati. Natalia mengingat dengan sedih, masa kecilnya. Ia kehilangan sang mama saat masih begitu muda. Diasuh oleh papanya yang sangat sibuk. Yang dilakukannya untuk membunuh kesepian saat merindukan sang mama adalah dengan menyibukkan diri. Belaja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD