Zaneta menatap bayangannya di cermin dengan tidak puas. Sebenarnya ia enggan datang ke acara ini, tapi Victor memaksanya. Acara kampanye berkedok amal, dengan orang-orang dari kalangan atas sebagai tamu. Di pesta akan diadakan lelang lukisan, barang-barang antik, di mana hasilnya akan disumbangkan untuk panti asuhan. Zaneta tahu kalau panti asuhan itu fiktif. Dana yang masuk akan menjadi milik Victor dan digunakan untuk kepentingan politik. Dulu ia tidak peduli, dan mendukung apa pun keputusan suaminya karena ikut menikmati juga. Namun, setelah kasus sang kakak, Zaneta jadi berpikir kalau Victor tidak pantas mendapatkan kesetiaannya. Laki-laki itu berpaling kala Adolf mendapatkan masalah. Tidak peduli bagaimana dirinya dan Dianti memohon, Victor memalingkan muka. “Adolf berada di penjara

