SP~43

1441 Words

“Mas.” Fika bersandar pada bingkai pintu ruang kerja yang tidak tertutup. Memandang Abi yang tengah sibuk di depan laptop dan terlihat sangat serius. “Papa baru istirahat. Jadi aku mau pulang, tadi sudah pamit juga.” “Tidur?” Wajah kusut Abi yang tengah membaca perkembangan salah satu kasus, semringah seketika. Bila Rasyid tengah beristirahat, itu artinya Fika sudah tidak memiliki alasan lagi untuk menghindarinya. Tanpa mematikan laptop milik Rasyid terlebih dahulu, Abi langsung beranjak menghampiri Fika dan meraih pinggang ramping gadis yang kembali sah menjadi istrinya. “Mau pulang?” Fika meletakkan kedua tangan di d**a Abi. Mengangkat wajah dan memandang wajah yang selalu saja terlihat tampan tanpa cela di matanya. Rasanya sungguh seperti mimpi. Pria pujaan hati yang selama ini dicin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD