SP~45

1482 Words

“Ngapain ke sini?” Rasyid melepas kacamata, menutup buku, lalu meletakkannya di nakas bersamaan. Mengernyit tajam, saat melihat Abi terus saja berjalan menuju tempat tidurnya. “Ribut lagi sama Fika? Terus kamu ke sini?” Abi berdecak. Menghempas tubuhnya di tempat tidur, kemudian menyatukan telapak tangannya di belakang kepala. “Fika yang nyuruh aku tidur di sini. Siapa tahu malam-malam mau ke kamar mandi.” Abi menoleh pada Rasyid. “Makanya cepat sembuh, dan nggak usah lagi balik ke kantor. Papa itu harus—” “Gara-gara kamu nggak becus, makanya Papa balik kantor lagi.” Rasyid lantas memicing menatap Abi. “Betul, kamu lagi nggak ribut sama Fika?” “Kalau ribut, ngapain aku tidur di sini.” Abi mendesah panjang, kemudian berbalik memunggungi Rasyid. Wajar bila papanya curiga, tetapi Abi tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD