Erika 2

2462 Words

Sejak menyandang status sebagai Nyonya Dewa empat tahun lalu, Erika tidak pernah berekspektasi tinggi terhadap sosok suaminya itu. Sejak hari pertama mereka menikah hingga akhirnya hidup dalam jarak yang terasa seperti perpisahan panjang, Dewa tetaplah pria yang sama—dingin, kaku, dan nyaris tak tersentuh perasaan. Tidak ada kata manis setiap pagi. Tidak ada pelukan hangat saat malam datang. Bahkan tatapan Dewa lebih sering terasa asing daripada milik seorang suami. Erika tahu sejak awal, ia bukan wanita yang dicintai. Pernikahan mereka bukan tentang cinta. Bukan pula tentang pilihan hati. Semua terjadi begitu saja—atas nama keluarga, tanggung jawab, dan kesepakatan yang tak pernah benar-benar ia pahami. Di hari pernikahan itu, Erika sudah belajar satu hal: berharap terlalu banyak hanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD