. Langit Belanda pagi itu berwarna abu-abu pucat. Embun tipis masih menggantung di kaca jendela apartemen kecil yang kini menjadi rumah bagi Erika dan Rosa. Musim semi mulai datang, namun udara dingin masih setia menyapa setiap pagi. Erika berdiri di depan jendela dengan secangkir teh hangat di tangan. Perutnya kini membesar jelas. Tujuh bulan. Tujuh bulan sejak ia mengetahui bahwa kehidupan kecil tumbuh di dalam rahimnya. Tujuh bulan juga sejak ia meninggalkan Indonesia… meninggalkan rumah, keluarga, dan lelaki yang masih diam-diam mengisi ruang terdalam hatinya. Dewa. Nama itu masih ada. Tidak pernah benar-benar pergi. Namun Erika belajar satu hal penting selama tinggal di negeri asing ini— Cinta tidak selalu harus dimiliki untuk tetap hidup. Hidup Baru Setelah Kelulusan Wak

